Mulai Menulis Lagi
>> Minggu, 05 September 2010
Mari mulai aktivitas blog ini kembali ...
Read more...sebuah langkah sederhana
Mari mulai aktivitas blog ini kembali ...
Read more...Beberapa hari belakangan lewat percakapan melalui messenger, saya mendapat cerita dan pertanyaan tentang memasang SL berkait dengan teknik Menganalisa chart ala KG, kadang kala teman teman mendapati SL terlalu sempit sehingga gampang tersentuh sementara harga dengan cepat berbalik hanya setelah menyentuh SL yang kita pasang, atau profit yang sudah sedemikian besar menjadi sia sia karena kita terlalu jauh memasang TP.
Beberapa bulan yang lalu saya pernah mereply post dari bro luckynumber7 tentang memasang SL, saya muat ulang di blog ini supaya bisa membantu teman teman dengan pertanyaan yang sama.
Originally Posted by luckynumber7
mo nanya dong senior2 disini, SL yang masih bisa ditolerir berapa yah?
hiks.. tadi OP sell AUD tau2 naik sampe -40 akhirnya di cut loss eh beberapa saat kemudian turun si AUD dan sekarang kalo gak di cut loss udah +50 hikss.. :((
THE ABCD/1234 SYSTEM
Strategy ini diperkenalkan oleh Dra di ForexFactory, diskusi dan trading live dengan system ini dapat diikuti melalui link berikut:
http://www.forexfactory.com/showthread.php?t=100929
Saya hanya menulis ulang versi dalam Bahasa Indonesia untuk teman teman di Indonesia, semoga berguna...
Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan trendline. Trade dilakukan hanya pada C dengan salah satu dari enam formasi candle yang akan kita gunakan.
Langkah pertama untuk menggunakan system ini adalah menggambar trendline (inner, outer, dan long term), trendline digunakan untuk mengetahui trend terbaru yang sedang terjadi. Sesudah menggambar trendline tentukan A dan B yang terakhir. Tarik Fibonacci Retracement dari A ke B kemudian proyeksikan C dengan memperkirakan level Fibonacci (38.2, 61.8, 76.4) yang bersinggungan dengan trendline.
Entry dilakukan sesudah candle pattern berikut terbentuk sempurna:
Pada Uptrend:
1. Bullish Engulfing
2. Tweezer Bottoms
3. Morning Star
Pada Downtrend:
1. Bearish Engulfing
2. Tweezer Top
3. Evening Star
Stop Loss dan take Profit:
Setelah market retrace pasang SL di bawah trendline (10 pips +spread di bawah candle C) pada uptrend dan di atas trendline (10 pips + spread di atas candle C) pada downtrend.
Untuk TP kita mempunyai dua pilihan; pada proyeksi D atau dengan menggunakan Risk to Rewad ratio sebesar 1 : 1,5 atau lebih besar.
Di mana D?
Jika market retrace pada level 38.2 atau 61.8 maka D kita proyeksikan terjadi pada level 161.8, jika retrace terjadi pada level 76.4 maka proyeksi D pada level 127.
Take Profit kita ambil 10-20 pips sebelum proyeksi D.
Untuk selalu dipahami bahwa trading adalah ‘how to tips the odds’ proyeksi adalah sebuah kecenderungan, artinya segala sesuatu dapat terjadi, tanggap terhadap perubahan adalah salah satu syarat keberhasilan trading dengan system ini.
Pada dasarnya system ini bekerja di semua time frame, namun penggunaan maksimal ada pada timeframe H4, kita akan juga menggunakan time frame D1 untuk memahami gambar besar pergerakan market dan time frame H1 untuk mencari titik entry terbaik dalam kondisi kondisi tertentu.
Berikut ini adalah penjelasan gambar dan beberapa contoh trading.
1. USDJPY 12 Agustus 2008 TF H4
2. CHFJPY 8 Agustus 2008 TF H4
Pada contoh 1 diperlihatkan bagaimana setting sangat jelas terlihat, wave nya jelas, bounce juga tepat terjadi pada trendline dan level 61.8 Fibonacci.
Pada contoh 2 diperlihatkan bahwa kadang kadang kita perlu untuk lebih fleksible dalam membaca wave dan trendline.
Fungsi utama trendline adalah untuk membaca arah trend, Fibonacci untuk meproyeksikan titik retracement dan candle pattern sebagai signal entry.
System sangat mekanikal, memiliki aturan entry SL dan TP yang tertata jelas, latihan dan jam terbang akan memberikan kita pemahaman yang baik akan gerak market dan bagaimana mengatasinya.
Apa itu inner trendline, outer trendline, dan long term trendline?
Men set Fibonacci retracement.
1. Klik kanan dan pilih Object List
2. Pilih Fibo dan edit
3. Masuk ke tab Fibo Level, masukan parameter sebagi berikut:
• Pada angka level -0.618, pada description 161.8
• Pada angka level -0.27, pada description 127
4. %$ pada description berfungsi untuk memunculkan nilai level pada chart.
Selamat Belajar
Got around 800 pips for today...
Lumayan tidak setiap hari tersedia 800an pips hahaha, separuhnya mungkin keberuntungan, namun demikian apabila kita mampu mendefinisikan arah trend yang terjadi dengan baik itu artinya kita sedang memperbesar probabilitas keberuntungan kita..bertrading searah dengan trend artinya sudah memiliki 1/2 dari kemenangan...
Trading adalah tentang kedisiplinan, keberanian, dan kemampuan untuk membaca market, selebihnya memanfaatkan semaksimal mungkin keadaan ketika market baik dan memiminimalkan resiko dalam keadaan yang kurang menguntungkan.
Enough for today...
Only God decide how much we can earn each day... don't forget to pray and not stop trying to do the best.
Good Luck everyone
USDCHF TF D1
Wave bounce dengan sangat jelas di C tepat pada trendline dan Fibonacci retracement level 76.4.
Reversal candle (Bullish Engulfing) telah terbentuk di D1.
Dari sini kita bisa memprediksikan bahwa, USDCHF memiliki peluang besar untuk menuju level 127, artinya kita memiliki gambar bahwa USDCHF ‘mungkin’ akan memiliki pergerakan naik yang cukup signifikan.
Lebih jauh kita juga perlu melihat ke TF yang lebih besar missal Weekly, formasi candle apa yang terjadi di sana, trendline dsb.
Bagaimana menyikapi hal ini?
Apabila kita adalah long term trader, maka kita bisa melakukan entry sesudah Bullish Engulfing terbentuk, pasang SL cukup lebar 300-500an pips dan apabila prediksi berjalan baik, kita bisa memetik hasilnya mungkin pada akhir Januari.
Bekerja secara long term artinya low stress, namun demikian membutuhkan margin yang cukup besar, karena semua nya hanya prediksi , maka kemungkinan SL yang tersentuh selalu dapat terjadi, bayangkan apabila kita adalah trader dengan margin hanya sebesar $100-$1000, tentunya sulit untuk mengaplikasikan SL sebesar 300-500 pips kecuali kita bermain mikro lot.
Namun demikian bukan berarti kita tidak bisa memakai informasi ini.
Hal utama yang harus kita lakukan adalah mengadaptasikan dengan style trading kita dan jumlah margin yang kita miliki.
Informasi pertama yang kita miliki adalah bahwa USDCHF memiliki probabilitas besar untuk bergerak naik ke atas dalam sebuah uptrend yang cukup jauh.
Sekarang kita akan menggunakan TF H4 untuk membaca dan mencari peluang di mana entry bisa kita lakukan.
Well belum terbentuk higher low yang jelas sehingga kita belum bisa membuat up trendline, dan meproyeksikan pergerakan berdasarkan wave ABCD dengan jelas pula di H4, namun demikian kita bisa melihat bahwa down trendline terbreak dengan nyata, artinya bahwa awal dari sebuah uptrend jelas telah dimulai.
Bagaimana kita entry ?
Apabila kita sudah cukup berpengalaman dan memahami kita bisa melakukan entry tanpa terpaku dengan pattern wave ABCD, artinya kita bisa saja tidak perlu menunggu titik C, cukup tunggu terbentunya salah satu pattern reversal di H4.
Cara lain bisa dengan memanfaatkan TF H1.
Tunggu terbentuknya C di H1 atau dengan memanfaatkan sifat S/R level sebagaimana telah saya jelaskan pada posting sebelumnya.
Uptrend pada BIG MAP bukan berarti kita bisa buy setiap hari, pada harga bergerak dalam bentuk gelombang, artinya harga memiliki gerak naik yang akan berakhir disambung gerak turun berlanjut dengan gerak naik lagi secara berkesinambungan membentuk trend besar.
Bagaimana kita memanfaatkannya?
Pada dasarnya sah sah saja untuk mengambil kesempatan pada semua gerak naik dan turun, namun demikian untuk kita yang baru belajar, ada baiknya untuk meminimalkan resiko, caranya adalah dengan hanya trade searah dengan trend dan entry hanya pada retracement atau C. Resiko lebih kecil dan peluang lebih besar.
Pendekatan Psikologis
Pada dasarnya saat berada di live market, mengambil semua kesempatan akan sangat terasa ‘tempting’ menggoda dan memikat, yah namanya juga uang hahaha….
Nah di sinilah kedisplinan kita diuji. Pada akhirnya keberhasilan dalam bisnis ini akan ditentukan oleh 3 hal, disiplin, kesabaran, dan kemampuan membaca market.
Sebuah level S/R yang tertembus/terbreak akan bertukar peran, support menjadi resistance, resistance menjadi support.
Setelah harga menembus sebuah level, harga memiliki kecenderungan untuk me-re-test level tersebut. Nah di sinilah kita memanfaatkan peluang, ketika retrace terjadi, fading kita lakukan tapi hanya sekedar fading terhadap retracement (trend kecil), bukan terhadap trend intraday, kita tetap berkawan dengan trend dan tidak melanggar filosofi kita untuk tidak melawan trend.
Perhatikan bahwa set up chart-chart di atas bernilai jutaan dengan resiko yang hanya kecil saja.
Selanjutnya akan saya lanjutkan bagaimana men set TP dan SL untuk entry dengan probabilitas yang baik!
Contoh pada pair AUDUSD pada tanggal 19 Desember 2008
Apa yang terjadi ? Harga meretest resistance (yang semula berperan sebagai support ) dan jatuh dengan sangat menguntungkan tepat pada level hahaha….
Men –set TP dan SL:
Gunakan Fibonacci Retracement, pasang dengan cara menarik dari titik dimana low dari sebuah breakout down( atau high untuk breakout up) menuju ke high ( atau low).
Untuk TP ( agresif):
• TP 1 pada level 138.2
• TP 2 pada level 161.8
• TP 3 pada level 185.4
• alternative lain yang lebih konservatif, TP pada level 100.0; 138.2; 161.8
Untuk SL:
• Letakan di atas level terdekat dengan mempertimbangkan factor resiko dan money management yang kita kembangkan, dalam contoh trade di atas SL diletakan di atas Fibonacci 50% level.
Money Management:
1. Saya pribadi hanya meresikokan maksimal 4% dari total balance. Artinya enrty dengan resiko kurang dari 4% total balance lebih baik.
2. Selalu gunakan risk to reward ratio yang lebih besar dari 1:2.
Contoh kasus trading AUDUSD di atas:
• Initial balance sebesar $3.000
• Entry direncanakan dengan pending order limit sell USD CAD di 0.6999, OP dengan membuka 3 posisi pada angka yang sama masing masing 0,1 lot.
• SL di atas level 50% pada angka 0.7039 (40 pips)
• TP 1 pada level 138.2 (137 pips)
TP 2 pada level 161.8 (184 pips)
TP 3 pada level 185.4 (280 pips)
• Nilai resiko 40 pips x 3 x 0,1 lot = $ 120 ($120/$3000= 4% - tradeable)
• Nilai reward:
137 pips x 0,1 lot = $137
184 pips x 0,1 lot = $184
280 pips x 0,1 lot = $280
Total reward = $501
Risk to reward ratio = $120 : $501 = 1 : 4,2
• Profitable set up
Contoh lain pada pair GBPUSD 19 Desember 2008
Pada kasus GBPUSD
• Initial balance $3000
• jika saya memilih meletakan SL jauh di atas level 50% maka nilai SL sebesar 80 pips,
• jika saya membuka 3 x 0,1x 80 pips lot maka nilai resiko saya sebesar $240 ( 8% dari total balance)
karena tidak sesuai dengan nilai resiko 4% total balance, maka saya harus melakukan penyesuain, biasanya saya memperkecil nilai SL, namun dalam kasus ini saya akan memperlihatkan bagaimana saya mengatur lot (position sizing) supaya margin resiko terpenuhi.
• Saya membuka hanya satu posisi sebesar 0,1 lot pada 1.5355
• SL 80 pips x 0,1 lot = 80$
• TP maks 437 pips x 0,1 lot = $437
• Risk to reward ratio = 1: 5,4
• Margin resiko 2,7% dari total balance.
• Profitable set up >>> trade on
• Strategi tambahan: menggeser SL setiap kali harga bergerak menembus/melewati level.
• Don’t let profit trade turn to red
APLIKASI SUPPORT DAN RESISTANCE SEBAGAI SEBUAH STRATEGI?
Setelah memahami apa itu support dan resistance tentunya rekan rekan trader mendapatkan sebuah gambar bagaimana bertrading dengan menggunakan support dan resistance. Ya tepat sekali kita bertrading dengan cara fading, counter trend, melawan trend, meletakan order kita (limit order) pada level dan berharap harga berbalik.
Sekarang kita coba ingat prinsip dasar Analisis Teknikal ‘until the weight of evidence proves and shows the trend has been reversed’…filosofi yang seharusnya terus dipegang oleh kita, don’t fight the market, be friend with the trend until it bend. wah kontradiktif dong dengan prinsip entry berdasar S/R?.Nah oleh karena itulah dalam hal ini kita harus belajar dan memahami perilaku gelombang harga sebelum mengaplikasikan support dan resistance sebagai trading strategi kita.
MENGENALI SIFAT SUPPORT DAN RESISTANCE
1. Sebuah level support dan resistance (S/R) akan bekerja dengan baik apabila pada waktu sebelumnya telah berperan baik dengan menahan laju gerak harga, dalam hal ini paling tidak kita mencari 2 kali peristiwa di mana level tersebut bekerja.
2. Sebuah level S/R yang tertembus/terbreak akan bertukar peran, support menjadi resistance, resistance menjadi support.
MEMAHAMI TREND, RETRACEMENT
Apa itu trend?
Markets have three trends, an uptrend (trend 1) as a time when successive rallies in a security price close at levels higher than those achieved in previous rallies and when lows occur at levels higher than previous lows. Downtrends (trend 2) occur when markets make lower lows and lower highs. It is this concept of Dow Theory that provides the basis of technical analysis definition of a price trend. Dow described what he saw as a recurring theme in the market: Prices would move sharply in one direction, recede briefly in the opposite direction, and then continue in their original direction (trend 3).
Menurut cuplikan Dow theory di atas trend terjadi ketika kita harga yang bergerak berkesinambungan membentuk higher low (dalam uptrend) atau lower high (dalam downtrend). Ini berarti bahwa dalam sebuah trend, harga tidak bergerak dalam sebuah garis lurus yang tajam melainkan bergerak dalam prinsip gelombang (gerakan naik dan turun terjadi berulang ulang). Dan prinsip inilah yang akan kita manfaatkan dalam trading strategi yang akan kita gunakan.
Retracement?
Harga tidak bergerak dalam satu garis lurus yang tajam, melainkan dalam gelombang yang bergerak naik dan turun. Gerakan melawan arah trend yang diikuti dengan terbentuknya higher low atau lower high itulah yang akan kita kenal sebagai retracement.
bersambung ...
Successful trading stands on three pillars. You need to analyze the balance of power between bulls and bears. You need to practice good money management. You need personal discipline to follow your trading plan and avoid getting high in the markets.
APA ITU SUPPORT DAN RESISTANCE?
Pada dasarnya support dan resistance adalah alat analisa dasar yang digunakan baik dalam intraday trading, swing trading , maupun hold position trading. Artinya support dan resistance bekerja dalam timeframe apapun, short term, mid term, dan long term.
Kenapa support dan resistance efektif untuk diterapkan dalam trading?
Support dan resistance efektif karena trader berpengalaman, hedge fund manager dan trader institutional menggunakannya, singkat cerita professional trader menggunakan support dan resistance. Karena digunakan secara luas maka support dan resistance memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap pergerakan gelombang harga. Dalam hal ini pada akhirnya support dan resistance berperan karena diikuti, atau keren nya kita sebut self fulfilling prophecy hehe.
Support adalah level di mana seller melepas posisinya dan mengambil profit dan buyer mulai membuka posisinya, akibatnya harga berhenti untuk turun dan berbalik naik. Minor support mengakibatkan harga berbalik sementara, sedangkan major support memberikan dampak yang lebih signifikan.
Resistance adalah kebalikan dari support, resistance adalah level di mana buyer mulai melepas posisinya dan seller mulai mebuka posisinya, akibatnya harga berhenti naik dan berbalik turun. Sebagaimana support, minor resistance memberikan dampak sementara sedangkan major resistance membalikan harga dengan lebih signifikan.
bersambung ...

Dow Theory is a theory on stock price movements that provides the basis for technical analysis. The theory was derived from 255 Wall Street Journal editorials written by Dow. Following his death, William P. Hamilton, Charles Rhea, and E. George Schaefer organized and collectively represented “Dow theory” based on Dow’s editorials. Dow himself never used the term Dow Theory, though. The six basic tenets of Dow Theory, as summarized by Hamilton, Rhea, and Schaefer, are as follows:
1. Markets have three trends. To start with, Dow defined an uptrend (trend 1) as a time when successive rallies in a security price close at levels higher than those achieved in previous rallies and when lows occur at levels higher than previous lows. Downtrends (trend 2) occur when markets make lower lows and lower highs. It is this concept of Dow Theory that provides the basis of technical analysis definition of a price trend. Dow described what he saw as a recurring theme in the market: Prices would move sharply in one direction, recede briefly in the opposite direction, and then continue in their original direction (trend 3).
2. Trends have three phases. Dow Theory asserts that major market trends are composed of three phases: an accumulation phase, a public participation phase, and a distribution phase. The accumulation phase (phase 1) occurs when investors “in the know” are actively buying (selling) stock against the general opinion of the market. During this phase, the stock price does not change much because these investors are in the minority, absorbing (releasing) stock that the market at large is supplying (demanding). Eventually, the market catches on to these astute investors, and a rapid price change occurs (phase 2). This is when trend followers and other technically oriented investors participate. This phase continues until rampant speculation occurs. At this point, the astute investors begin to distribute their holdings to the market (phase 3).
3. The stock market discounts all news. Stock prices quickly incorporate new information as soon as it becomes available. Once news is released, stock prices will change to reflect this new information. On this point Dow Theory agrees with one of the premises of the efficient-market hypothesis.
4. Stock market averages must confirm each other. In Dow’s time, the United States was a growing industrial power. The United States had population centers, but factories were scattered throughout the country. Factories had to ship their goods to market, usually by rail. Dow’s first stock averages were an index of industrial (manufacturing) companies and rail companies. To Dow, a bull market in industrials could not occur unless the railway average rallied as well, usually first. The logic is simple to follow: If manufacturers’ profits are rising, it follows that they are producing more. If they produce more, then they have to ship more goods to consumers. Hence, if an investor is looking for signs of health in manufacturers, he or she should look at the performance of the companies that ship manufacturers’ output to market, the railroads. The two averages should be moving in the same direction. When the performance of the averages diverges, it is a warning that change is in the air.
5. Trends are confirmed by volume. Dow believed that volume confirmed price trends. When prices move on low volume, there could be many different explanations why. An overly aggressive seller could be present, for example. However, when price movements are accompanied by high volume, Dow believed that this represented the true market view. If many participants are active in a particular security, and the price moves significantly in one direction, Dow maintained that this was the direction in which the market anticipated continued movement. To him, it was a signal that a trend is developing.
6. Trends exist until definitive signals prove that they have ended. Dow also believed that trends existed despite market noise. Markets might move in the direction opposite the trend temporarily, but they soon will resume the prior move. The trend should be given the benefit of the doubt during these reversals. Determining whether a reversal is the start of a new trend or a temporary movement in the current trend is not easy. Dow theorists often disagree in this determination. Technical analysis tools attempt to clarify this, but they can be interpreted differently by different investors.
Source : Forex Wave Theory a Technical Analysis for Spot and Futures Currency Traders; Bickford, James L.; The McGraw-Hill Companies; 2007
Bonus 100$ untuk Akun Standard dari FxInd
-----------------------------------------------
100$ Bonus for Standard Accounts from FxInd
all about fxind - best broker for indonesian trader
# Spread dari 2 pips
# Kredit leverage mulai dari 1:1 hingga 1:500
# Akun mikro mulai dari 1$
# Akun standar mulai dari 25$
# Terminal trading MetaTrader 4
# Akun swapfree untuk muslim
# Eksekusi instan dan sistem kuotasi
# Bonus 100$ untuk akun standar setelah trade 10 lot
# Bonus 25$ setelah depo 25$
# Depo/WD via local exchanger
-------------------------------------------------------
all about fxind - best broker for indonesian trader
# Spread start from 2 pips
# Credit leverage from 1:1 to 1:500
# Mikro Accounts start from 1$
# Standard Accounts start from 25$
# MetaTrader 4 Trading Terminal
# Swapfree Account for Mosslem
# 100$ Bonus for Standard Account after 10 lots trade
# 25$ after 25$ deposit
# Deposit /Withdraw via local exchanger
# FxInd has a very good CS, and mostly withdrawing money is withing 1x24 hours.
hemmm
EUR USD ternyata masih kuat jatuh
sampai kapan?
ughhhh gregetan pengen buy hehehe... dah terlalu lama sell melulu...
hem... buy nya bakal sampai 1.4394 atau 1.4651 ga ya...
pramudita
hehehehe....
Minggu lalu teman teman baru saja menikmati pesta ribuan pips dari menguatnya USD bukan.
Setelah jatuh cukup jauh dan mengumpulkan profit, saya pikir ini saatnya untuk memasukan profit ke rekening dan membuka transaksi baru dan mengambil sebanyak mungkin profit lagi.
Hehehe...
Pada TF D1 kita bisa melihat Eu ditolak oleh fibo retracement 76.4%, trend reversal mulai terbentuk.
Lalu pertanyaan nya akan naik sampai berapa ya ????
hehehehe.. 1.5433 kah qqqqqqqqqqq
Well see, paling tidak itu target pertama saya sambil lihat lihat kalo bisa terus atau malah balik dikit yang penting tetap terjaga dan waspada hehehe...
semoga membantu '
anggara pramudita
Pernahkah ini terjadi pada anda...?
Baru saja membuka chart lalu terburu buru berlari ...
Untuk sekedar mengingatkan saya bukan konsultan forex proffesional yang dibayar, atau ahli yang bersertifikasi dari lembaga yang valid, jadi silahkan membaca tulisan di atas sekedar sebagai sharing newbie saja... maklum saya pra newbie di forex.
OK! So for you who will to wait for 30 USD refer the link below:
Skenario long order urung diambil karena harga berbalik dan memantul pada benchmark level 106.41.
Sesudah harga berbalik dan memantul saya mencoba mengambil short pada 106.08 dan mengunakan batas resiko SL pada angka benchmark.
Skenario short order untuk USDJPY selesai pada TP 2 dengan hasil profit +90.
Hope you have it too.

We are heading London Open and I'm establishing a LONG position on EURUSD
My Risk control is located at 1.5787, and I put may SL at 1.5785.
TP 1. : 1.5842
TP 2. : 1.5902
If in the London Open the price move below 1.5766 than I will go SHORT and use level 1.5787 as my control risk
TP 1. : 1.5732
TP 2. : 1.5699
Hope its helps

USD JPY
Benchmark level: 106.41
If the price move above the benchmark then take Long position of USD JPY.
Risk Controling : 106.10
Take profit 1 : 107.02
Take Profit 2 : 107.65
If the price move above 106.10 than we should consider take short position.
use benchmark as risk controling for short position.
Take profit 1 : 105.65
Take Profit 2 : 105.18
Good Luck !
Start your forex trade as low as 1 USD. In a micro account the count is based on cent not dollar. So if you have only 1 USD balance, in your Metatrader 4 it will appear as 100 cents. With only 1 USD/100 cents you can start your trade on 0,1 lot, and get 1 cent per 1 profit pip. If you able to make your equity to become 5 USD/500 cents you can trade on 1 lot and gain 10 cents per pips you grab from your trading. So if you willing to make your 1 pip value to become 100 cents/1 USD you can start trade on 10 lot. It is a great value if we consider small amount of money we need to start trading.
Micro Account can be useful for you who want to start your trade but only have limited fund,and also for a trader who wants to try new system or EA in real account and real market without risk to lose great amount of money.
This link refer to broker which has mini account service:
www.FxInd.com
www.MasterForex.org
www.Marketiva.com
For your info, FxInd gives you 1 USD bonus after your first 1 USD initial deposit, so you will have 200 cents equity to start your trade. Meanwhile, Masterforex will give you 1 USD bonus directly as you sign up in no need to make any initial deposit before. Marketiva also offer you 5 USD as a sign up bonus directly without making any initial deposit.
Personally I only use micro account to test EA or new system, for my regular trade I use standard account from North Finance company.
Use this information wisely, better to recheck the broker before deciding to sign up a new account.
© Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP